Para Ibu Harus Tahu! Inilah Penyebab Bayi Sering Muntah

penyebab bayi sering muntah

Umumnya muntah yang dialami oleh bayi memang sering terjadi. Pada beberapa kondisi, bayi yang mengalami muntah tidak perlu untuk terlalu dikhawatirkan. Namun demikian para ibu harus tahu penyebab bayi sering muntah. Penyebab tersebut sangat beragam, biasanya sesuai dengan berapa usia bayi tersebut.

Tak jarang orang tua akan khawatir ketika si bayi mengalami muntah. Terdapat kondisi muntah dalam batas normal yang dialami oleh bayi, namun ada juga yang disebabkan oleh kondisi tidak normal. Oleh karena itu, para ibu harus mengetahui penyebab bayi yang muntah agar bisa mengambil tindakan yang tepat. Berikut beberapa penyebab bayi muntah yang harus diketahui:

1. Refluks

Bayi terkadang sesekali bisa muntah ketika selesai disusui. Kondisi ini biasanya akan sering terjadi pada bulan pertama usia bayi. Muntah yang dialami bayi terjadi karena peningkatan reflek pada sistem saluran cerna. Hal ini menyebabkan makanan yang telah masuk ke lambung akan naik lagi pada kerongkongan.

Beberapa hal yang bisa para ibu dilakukan untuk mengatasi masalah ini, seperti memberikan makan bayi dengan posisi kepala lebih tinggi, angkat bayi setelah makan atau menyusui dan hindari menggoyang bayi saat menggendongnya, serta ketika bayi dibaringkan usahakan untuk bertumpu pada sisi kiri tubuhnya.

BACA JUGA   6 Cara Merawat Bayi Baru Lahir agar Cepat Gemuk Mudah Dilakukan

2. Infeksi Bakteri Atau Virus

Terjadinya infeksi pernapasan atau kongesti dapat menjadi salah satu penyebab bayi sering muntah. Hal ini akan kerap terjadi terutama saat anak batuk dan pilek. Lendir yang dikeluarkan akan menetes ke area belakang tenggorokan sehingga memicu gangguan perut dan muntah. Kondisi tersebut biasanya secara alami terjadi pada bayi untuk membersihkan lendir yang ada pada pencernaan.

Penyebab lainnya yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yaitu infeksi gastrointestinal atau flu perut. Gejala lainnya yang mungkin dihadapi yaitu sakit perut, tidak nafsu makan, diare atau bahkan demam. Dalam hal ini, muntah biasanya akan berhenti dengan sendirinya dalam waktu sekitar 12-24 jam.

3. Menangis Berlebihan

Menangis berkepanjangan secara berlebihan akan memicu reflek muntah pada bayi. Meskipun membuat khawatir namun kondisi bayi muntah saat menangis berlebih ini tidak mempunyai bahaya secara fisik. Kondisi tersebut akan membaik ketika bayi sudah mulai tenang.

4. Infeksi Telinga

Ketika bayi mengalami infeksi telinga, maka tidak menutup kemungkinan menjadi penyebab bayi sering muntah. Pasalnya kuman akan menuju pada tenggorokan ketika tabung eustachius sudah tidak berfungsi dengan baik. Efek lain selain mual dan muntah, bayi akan mengalami pusing serta kehilangan keseimbangan. Jika mengalami kondisi tersebut sebaiknya untuk konsultasi kepada dokter.

BACA JUGA   Ternyata Ini 6 Penyebab Bayi Panas Dikepala Saja

5. Terlalu Panas

Keadaan yang terlalu panas juga dapat menjadi penyebab bayi muntah. Sebelum memutuskan untuk memakaikan baju tebal terhadap bayi, para ibu harus memperhatikan terlebih dahulu kondisi atau cuaca di luar. Selain itu, pemilihan baju yang salah juga akan menimbulkan gejala lain, seperti kulit pucat, kemerahan pada kulit, dan membuat bayi rewel.

6. Stenosis Pilorus

Stenosis pilorus merupakan salah satu kondisi langka dalam beberapa minggu pertama usia bayi. Kondisi ini membuat bayi muntah karena otot yang mengarah dari perut menuju usus menebal. Hal ini membuat isi perut pada bayi susah untuk melewati dan akibatnya membuat muntah. Umumnya kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi, dehidrasi dan masalah lainnya.

Itulah beberapa penyebab bayi sering muntah yang harus para ibu ketahui. Disamping penjelasan diatas terdapat beberapa penyebab lain yang bisa dijumpai, misalnya bayi yang mabuk kendaraan dan lain-lain. Apabila muntah bayi cukup parah yang disertai dengan gejala yang tidak biasa, maka sebaiknya para ibu membawanya ke dokter.

Silahkan membaca artikel bermanfaat lainnya di NotesParenting.com

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *