5 Tips Mendidik Anak di Era Digital dengan Tepat

Mendidik Anak di Era Digital

NotesParenting.com – Mendidik Anak Anda di Era Digital dengan Tepat. Kemajuan teknologi yang semakin pesat membuat para orang tua harus tahu tips-tips mendidik anak di era digital. Keberadaan internet memang memberikan dampak positif bagi anak-anak saat belajar. Tapi dalam kondisi tertentu, kemajuan tersebut malah menghadirkan efek yang negatif. Untuk melewati tantangan yang cukup berat ini, coba praktekkan tips di bawah:

5 Tips Mendidik Anak di Era Digital dengan Tepat

1. Memperkuat Nilai Agama

Religiusitas bisa dikatakan menjadi aspek yang paling penting untuk dikenalkan kepada anak di masa seperti ini. Para orang tua wajib memberitahunya mengenai aturan dasar agama sejak masih kecil. Kenalkan hal-hal yang menjadi perintah dan harus dikerjakan. Beri tahu juga mengenai sesuatu yang tidak boleh dilakukan.

Anak-anak yang dikenalkan pada nilai-nilai agama pasti mempunyai benteng diri yang lebih kuat pula. Bahkan bisa menjadi bekal yang sangat ampuh untuk menghadapi era digital. Sehingga kecil kemungkinan mendapatkan pengaruh buruk dari luar. Perilakunya juga dapat tertata dan memiliki sopan santun.

2. Memberi Batasan Waktu

Masa anak-anak memang menjadi waktunya untuk mengeksplorasi sesuatu yang ada di sekitar, seperti penggunaan smartphone. Sebab itulah, orang tua tidak diperbolehkan lengah dan harus memberikan pendidikan yang benar. Salah satunya dengan menerapkan batasan screen time, yakni waktu menatap layar, baik HP, laptop, atau televisi.

BACA JUGA   Cara Mengatasi Anak Rewel dengan Mudah dan Jitu

Pada umumnya anak-anak tidak diperkenankan bermain smartphone melebihi 2 jam dalam satu hari. Akibat buruknya bukan hanya pada kesehatan mata. Tapi juga berpengaruh kepada konten yang diakses. Semakin lama waktu yang diberikan, maka makin besar pula kesempatan untuk mendapatkan informasi di luar usianya.

3. Mendampingi Anak Saat Bermain Ponsel

Bukan hanya membatasi waktu, cara mendidik anak di era digital dapat dipraktikkan pula dengan memberikan pendampingan. Arahkan anak-anak untuk bermain ponsel di tempat yang terbuka dan mudah diawasi, seperti ruang keluarga. Jangan membiarkannya mengakses internet sendiri di kamar karena lebih sulit memantau.

Berikan pula edukasi secara langsung dengan mengarahkannya untuk menonton konten-konten yang mendidik. Seperti mengakses YouTube guna melihat metode belajar dan menggambar bersama. Pastikan pula tayangan tersebut sesuai dengan usianya. Misalnya saja memberikan video bernyanyi dengan lagu anak-anak.

4. Memberikan Contoh

Sesuatu yang dilihat anak lebih mudah diingat daripada yang didengarnya. Karena itulah, sebagai figur yang ditiru, orang tua harus mencontohkan kebiasaan baik. Saat membatasinya bermain ponsel, maka lakukanlah hal yang sama. Jangan terlalu sering menggunakan smartphone di depannya.

BACA JUGA   Anak Mudah Menangis Saat Ada Ibunya. Mengapa ?

Lebih baik gunakan waktu bersama anak untuk belajar dan berdiskusi. Mintalah anak-anak bercerita mengenai kegiatannya di luar rumah. Jika ternyata ada masalah yang sedang dihadapi, dengarkan ceritanya, lalu berikan solusi. Selipkan nasihat-nasihat di dalamnya mengenai sesuatu yang diperkenankan dan tidak boleh dilakukan.

5. Menghindari Penggunaan Ponsel Sebagai Alat

Apakah pernah mendengar orang tua yang berkata kepada anaknya untuk berhenti menangis dan lebih baik bermain ponsel? Cara seperti ini sebaiknya tidak dilakukan lagi untuk mendidik anak dalam membentuk pola pikirnya. Karena cara mendidik yang baik yaitu dengan mengajarinya mengontrol emosi.

Tidak apa-apa jika anak menangis atau merasa bosan dengan sesuatu. Justru saat tersebut dapat dijadikan sebagai waktu orang tua untuk memberikan pendidikan. Ajarkan kepadanya untuk bisa lebih menenangkan diri. Berikan pengarahan terkait penyaluran emosi yang bermanfaat. Bukan malah memberikannya ponsel.

Itulah tips mendidik anak di era digital untuk menghindarkannya dari pengaruh buruk. Sebagai orang tua harus lebih bijak dalam menyikapi kemajuan teknologi. Jangan biarkan anak-anak terlena dan mengakses informasi yang tidak cocok dengan usianya. Dan yang paling penting, kenalkan nilai-nilai agama sebagai benteng diri.

 

 

 

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *