Ini 5 Cara Mengajarkan Bayi Merangkak Dengan Baik

cara mengajarkan bayi merangkak

Secara umum pada usia 7 Hingga 10 bulan bayi mulai belajar untuk merangkak. Tetapi tidak jarang juga seorang anak bayi mengalami merangkak yang terlambat sehingga menjadi kekhawatiran orang tua. Sehingga banyak dari pasangan penasaran bagaimana cara mengajarkan bayi merangkak.

Proses merangkak dianggap sebagai salah satu cara seorang anak belajar sebelum bisa berjalan dengan normal. Tapi ada juga berbagai kasus dimana seorang bayi tidak melewati proses merangkak melainkan meloncat pada tahap berikutnya. Tapi tenang, ada berbagai cara yang bisa diajarkan orang tua membantu si kecil cepat merangkak seperti berikut ini:

1. Mengajak Main Sambil Tengkurap

Cara mengajarkan bayi merangkak pertama adalah saat mengajak bayi main sambil tengkurap. Proses main yang satu ini juga bisa dilakukan secara bertahap dengan menghitung durasi waktu. Misalnya untuk kali pertama selama 5 menit dan di hari berikutnya akan semakin bertambah durasi waktunya.

Langkah  yang satu ini sebenarnya sangat efektif karena memiliki berbagai kebaikan bagi si kecil. Contohnya saja dapat memperkuat otot bahu punggung dan juga batang tubuh. Selain itu juga dapat memperkuat posisi tangan yang menjadi pondasi ketika anak merangkak.

BACA JUGA   Ketahui Ciri Feses Bayi Diare dan Penyebabnya Agar Tepat Memberikan Penanganan

2. Memancing Dengan Mainan

Cara mengajarkan bayi merangkak berikutnya adalah dengan memancing ketertarikan bayi menggunakan mainan. Misalnya orang tua bisa berada di sisi ujung dan meminta anak untuk melangkah sambil merangkak ke arahnya. Pastikan untuk melakukan hal ini dengan salah satu benda favorit bayi sehingga lebih mudah dikenali.

Selain itu juga bisa dengan pelan-pelan meletakkan berbagai benda mainan favorit anak tepat di depannya. Dengan cara ini anak biasanya akan berupaya untuk menjangkau mainan tersebut dan mulailah mendorongnya secara pelan-pelan. Ketika bayi bisa menggerakkan tubuh, orang tua bisa melakukan berbagai bantuan kecil misalnya memegang telapak kaki bayi sebagai pijakan.

3. Persiapkan Tempat yang Nyaman

Cara mengajarkan bayi merangkak berikutnya adalah dengan mempersiapkan tempat yang nyaman untuk bergerak. Selain dalam segi kenyamanan pastikan juga jika tempat tersebut aman dan tidak akan melukai. Misalnya saja dari segi lantai ataupun berbagai pernak-pernik yang ada di sekitar.

Selain itu dengan memastikan kebersihan dari satu tempat ini juga dapat menjaga anak. Terlebih dari berbagai kemungkinan gangguan sarang penyakit yang membahayakan si kecil. Dengan mempersiapkan sebuah tempat yang nyaman juga melatih seorang anak untuk segera menggunakan seluruh anggota tubuh untuk merangkak.

BACA JUGA   Ini Bahaya Bayi Tidur Tengkurap Yang Wajib Diketahui!

4. Kurangi Penggunaan Baby Walker

Dalam mengajarkan seorang bayi untuk merangkak ada berbagai hal yang harus dihindari orang tua. Salah satunya adalah dengan mengurangi baby walker yang biasanya dianggap sebagai bantuan bagi si kecil. Karena sebenarnya sadar atau tidak, hal ini justru membatasi perkembangan otot bayi untuk merangkak.

Misalnya saja dengan menggunakan bantuan kursi kayu ataupun gendongan bayi yang harus dibatasi. Dengan membiarkan bayi main secara mandiri hal ini juga dapat merangsang otot serta tubuhnya agar dapat bergerak aktif. Termasuk juga meningkatkan kemampuannya dalam merangkak.

5. Tidak Memaksa Anak

Setiap anak memiliki perkembangan dan daya tahan tubuh berbeda. Begitupun dengan waktu yang diperlukan seorang anak untuk belajar merangkak. Dengan kata lain tidak baik bagi orangtua untuk memaksakan kehendak bagi anaknya.

Tetapi yang pasti sebagai orang tua dapat mencontohkan bagaimana belajar merangkak agar seorang anak cepat belajar. Biar bagaimanapun orang tua merupakan guru pertama anak . Serta anak cenderung untuk mengikuti kelakuan dari orang tuanya.

Itulah berbagai cara mengajarkan anak merangkak yang bisa dicoba. Cara ini juga tergolong paling mudah. Tak hanya itu, hal ini sangat baik bagi pertumbuhan seorang anak sebelum mulai belajar pada tahap lain.

Silahkan membaca artikel bermanfaat lainnya di NotesParenting.com

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *