Apa yang Memicu Anak Berbohong ? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

AnakIslam.com – Apa yang memicu anak berbohong. Semua orang tua tentu menginginkan anaknya jadi anak yang baik, misalnya punya sifat jujur yang akan menyelamatkannya dalam kehidupan. Tapi karena ketidaktahuannya dalam keseharian kita menjumpai anak kita berbohong. Jika ini terjadi pada mereka jangan terburu marah dulu, tapi Anda harus mengetahui apa pemicu dan arti dari kebohongan anak yang berbeda berbeda menurut usianya.

Ya, hal ini harus Anda pahami bahwa setiap usia anak mempunyai pemicu kebohongan tersendiri, maka penting untuk mengetahuinya.

Pemicu Kebohongan Anak Berdasarkan Usianya

  1. Anak 3 tahun berbohong sebab belum bisa bedakan antara fantasi dengan kenyataan. Itulah sebabnya apabila anak anda bermain dengan kunci motor anda, kemudian saat anda tanya hilang kemana? Dijawab “tidak tahu”.
  2. Anak 4–6 tahun sudah bisa bedakan fantasi dan kenyataan. Usia ini anak mulai membangun rasa bersalah seringkali berbohong untuk menghindari hukuman. Atau bisa juga berbohong untuk mencari perhatian.
  3. Anak 7–8 tahun sudah mulai bisa paham arti white lies and black lies. Terkadang bohong untuk menjaga perasaan orang lain dan alasan sopan santun.
  4. Usia remaja kebohongan punya banyak motivasi, antara lain melindungi privasi, membangun independensi, atau menghindari masalah.
BACA JUGA   5 Karakter Anak Usia Dini yang Orangtua Wajib Pahami

Jika anak kita ternyata memang berbohong, lalu gimana menyikapi ini? Hal ini bisa dilakukan:

7 Cara Menyikap Kebohongan Anak

  1. Jangan berbohong untuk membuat anak menurut. Ini dilihat dari sisi manapun tetap salah. Menjalankan nalar anak dimulai sedini mungkin, kalau anda banyak bohong bagaimana nalarnya bisa jalan dengan baik?. “Kalau engga makan nanti ada monster”. “Eh ada apa tu di pintu?” Padahal tidak ada apa-apa hanya biar anak buka mulut saja.
  2. Hindari sebisa mungkin hukuman fisik. Karena hukuman ini seringkali membuat bias, antara mendidik dengan anggapan anak orangtuanya tidak sayang lagi kepadanya.
  3. Stop berbohong kepada anak, bahkan hal sepele sekalipun. Jika terpaksa berbohong, saya akan menjelaskan maksud kebohongan itu dengan sesederhana mungkin hingga anak saya paham (white lies).
  4. Jangan langsung memarahi saat anak mengakui kebohongannya, tapi apresiasi sikapnya karena bahkan orang dewasa saja sulit untuk mengakui kesalahannya.
  5. Memberi pujian atas kejujuran anak > menghukum ketika anak berbohong.
  6. Memilih hukuman yang mendidik, anak perlu sadar bahwa malu berbohong itu nilai hidup yang perlu dijunjung tinggi. Misal saat anak berbohong kepada temannya, doronglah dia minta maaf & mengakui hal tsb. Mungkin akan membuat malu tapi menimbulkan efek jera.
  7. Memilih hukuman yang penuh kasih. Bagaimana anak menyadari kesalahannya, tapi cinta orangtuanya tidak pernah hilang untuknya.
BACA JUGA   Cara Mengajar Anak Autis Bicara dan Berinteraksi dengan Orang Lain

Poin no 7 memang paling sulit, karena banyak dari kita sendiri juga masih berusaha belajar untuk menjadi orang tua yang baik. Kita terbiasa mMenyentuh mereka dengan kasih sayang bahkan saat menghukumnya adalah tantangan tersendiri bagi kita, tapi hal ini harus dilakukan untuk kebaikan mereka. Yang terpenting hukuman yang diberikan tidak melukai hati dan fisik mereka dan harus ada nilai pendidikannya.

Sekian pembahasan kita kali ini tentang Apa yang memicu anak berbohong. Semoga  bermanfaat.

Bagi yang berminat tentang bahasan patenting bisa ke website ini, NotesParenting.com

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *